Too_Lie_Sun

May 23, 2007

Satria Piningit

Filed under: just coretan — chenius @ 9:48 pm

meteorgreenland.jpg

From: “Newsletters Merdeka”
Date: Mon May 21, 2007 12:47 pm
Subject: Satria Piningit

Kepada Yth Para Moderator
& Sahabat
Di : Manapun Berada

Dengan Hormat,

Satria Piningit

Satria bukanlah lulusan IPDN yang kebal pukul dan gebuk, Satria juga bukanlah
manusia berjubah putih yang berteriak-teriak menyebut nama TUHAN sambil
membakar
dan menghancurkan apa-apa yang tidak sefaham dengan dirinya.

Satria juga bukan para intelektual yang pandai berbicara, sambil mencuri jatah
orang miskin. Satria juga bukan para kekar berseragam yang gemar angkat senjata
sambil membentak-bentak rakyat. Kesatria juga bukan manusia berseragam, yang
gemar meniupkan peluit untuk mendapatkan uang.

Kesatria adalah para dungu yang entah karena kecelakaan atau karena kesalahan
apa lahir pada jaman yang tak beres, pada masa dimana kebenaran menjadi barang
langka, pada masa dimana nafsu dan angkara memegang kekuasaan, pada masa
dimana
Nabi dan Rasul Menjadi momok yang mengerikan.

Kesatria adalah anak manusia lemah, yang digembleng oleh penderitaan. Oleh caci
maki dan hujatan. Kesatria hanyalah anak manusia buta dan tuli, yang tak mampu
melihat dan mendengar terkecuali apa-apa yang di desirkan oleh qalbunya. Ia
hanya mengikuti desir halus qalbunya, sehingga seringkali ia menjadi nampak
amat
bodoh.

Karena bodohnya,

Maka ia tetap lugu.

Tertipu dan ditipu adalah aktifitas keseharian yang senantiasa
menguncang-guncang jiwanya agar tegap berdiri menatap matahari dengan kesuka
citaan, agar telapak kakinya menjadi kebal berjalan dijalan berbatu krikil
tanpa
alas kaki.

Jika engkau adalah seorang kesatria, maka telan apa yang diberi-Nya. Kunyah,
Telan dan Cerna. Meski itu adalah pedih, meski itu adalah perih. Bukan kembang
gula surgawi yang sering di umbar oleh mulut-mulut berarora arak.

Kunyah,

Telan,

Cerna,

Meski itu pahit. Meski itu pedih.

Jakarta, 21-May-07

Salam
^_^

__._,_.___

Advertisements

kebahagiaan

Filed under: just coretan,support,too_lie_sun — chenius @ 12:42 pm

mb003-c-70mm-happy-face.jpg

Saat ini aku teringat sebuah kata-kata dari seorang bijak, “waktu akan berjalan sangat cepat disaat kita sedang menikmati kebahagiaan hidup, dan Sang Waktu terasa berjalan sangatlah lambat saat kesedihan sedang menghinggapi” senang atau sedih sebenarnya Sang Waktu tidak akan pernah peduli, bahkan harus iri dengan kebahagiaan kita sehingga Dia menjadi pelit waktu dan berjalan lebih cepat… Sang Waktu Dialah Sang Maha Adil seluruh Mahkluk di dunia ini merasakan keadilan dalam mendapatkan jatah waktu, dalam satu hari ada 24 jam, ada 60 menit dalam 1 jam, dan ada 86400 detik dalam satu hari tidak ada satu mahkluk yang mendapatkan kelebihan 1 detik ataupun kekurangan 1 detik, semuanya sama, itulah Keadilan Sang Maha Adil.

Janganlah menjadi orang yang merugi karena tidak bisa memanfaatkan “Keadilan Tuhan” (baca: waktu) yang diberikan kepada kita, dengan waktu kita dapat mengumpulkan materi untuk menunjang kebahagiaan hidup, dengan waktu kita dapat melakukan apa saja menurut kehendak kita. Terserah apa yang ingin kalian kejar! Tapi ingatlah di dunia ini berlaku hukum alam yaitu hukum sebab-akibat. Gunakan waktu pembelajaran ini dengan memetik buahnya dan nikmati sari buah itu untuk kesegaran (baca: kebahagiaan) bagi jiwa kita, bukan hanya sekedar kesegaran ragawi.

Saya pernah menbaca salah satu Blog dari seorang Kenalan, seorang teman (Ardeni)..semoga kita dapat terus berteman karena “sebuah pertemuan adalah jodoh”—(Sidharta Gautama)—kebahagiaan adalah bagaimana cara kita mensyukuri apa yang telah kita miliki, dimikianlah mungkin kesimpulan yang saya ambil dari tulisan beliau. Saya setuju dengan tulisan beliau kebahagiaan adalah ungkapan rasa syukur itu sendiri. Yah kebahagiaan bukanlah sesuatu yang dapat diukur, dilihat dari kulit luar, kebahagiaan adalah sebuah rasa. Suatu rasa yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya, bukan oleh orang lain.

Banyak Orang hilang akalnya karena menuntut keadilan dari Sang Maha Adil, mereka belum menyadari Keadilan_Nya. Terbiasa hidup dalam kesangsian, terbiasa melihat menengadah bermimpi memanah Rembulan dengan busur usangnya. Menunduklah untuk menjadi saksi dari keadilan hidup ini. Bukan untuk membandingkan kebagiaan kita dengan kebahagiaan orang lain hanya dengan melihat kulit luar atau apa-apa yang kita miliki. Cobalah kita renungkan, coba kita pejamkan mata jangan dengan mata kita melihat kebahagiaan hidup ini tapi dengan hati. Saat kita memejamkan mata itulah pengalaman hidup kita, perjalanan hidup kita akan terbuka, terlihat seperti suatu album kenangan.

alanhappy1.jpg

Jangan melakukan kalkulasi hidup ini dengan merekap apa-apa yang telah kita miliki, tapi coba kita melihatnya dari sisi lain dengan melihat dari apa-apa yang telah kita alami dalam hidup ini. Sang Waktu mungkin telah banyak memberikan kita berupa kebahagiaan materi, Tapi ada esensi yang lebih penting yang telah Sang Waktu berikan kepada hidup kita. Pembelajaran hidup, setiap detik, setiap degup jantung kita itulah kita mengalami pembelajaran hidup, perjalanan hidup itulah sebenarnya esensi kebahagiaan hidup ini. Dari mulai bayi sampai detik ini begitu banyak kenangan yang tak tergantikan oleh apapun didunia ini. Itulah mengapa kebahagiaan individu tak dapat dibanding-bandingkan satu dengan yang lainnya. Karena setiap mahkluk mempunyai pengalaman hidup yang berbeda-beda. Warnai hidupmu dengan tak terhingga warna kehidupan ini, syukurilah setiap pemberian_Nya tanpa meminta karena tidakkah kita meyakini bahwa Ia Sang Maha Tahu Segalanya. Hanya Rasa Syukur itulah Kebahagiaan Sejati.

Chen ~’07

~pernikahan~

Filed under: just coretan — chenius @ 12:22 pm

rings.jpg

** Teman apakah arti pernikahan bagimu?

Pernikahan itu penyatuan dua jiwa yang saling mengasihi. Bagiku kasih adalah tingkatan tertinggi. 1. sex, 2.cinta, 3. kasih. sex adalah kesadaran manusia yang masih berdasarkan kesadaran hewani, kesadaran birahi. Lalu kita naik satu tingkat lagi kepada tingkatan cinta, cinta itu saling memahami satu sama lain tetapi masih bersifat ingin memiliki, memberikan sekian maka masih mengharapkan sekian pula dari pasangannya (smua itu wajar&alamiah, manusiawi) kasih adalah tingkatan tertinggi dalam cinta. Kasih itu memberi, memberi dan memberi tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun.. Tetapi pernikahan bukan hanya pada esensi pada lembaga agama yang menikahkan, bukan sekedar mempunyai akte nikah sehingga kita bisa memperlakukan pasangan kita semaunya. Pernikahan dengan penyatuan jiwa dan sebagai saksi Sang Maha Hidup, Sang Maha Kasih, dialah Sang Maha Tunggal. Tuhan lah saksi pernikahan kita, kita tidak bisa memakai topeng dihadapan Nya. karena dengan penyatuan dua jiwa yang saling mengasihi itu, diharapkan akan meneruskan, melahirkan, meregenerasi manusia-manusia baru yang akan menjadi penerus, menjaga bumi, dunia, dan alam semesta. Nggak asal bisa main sex terus melahirkan anak, membesarkan, membiayai kehidupan, sekolah dlll.. bukan..bukan seperti itu.. lihatlah dunia ini. Pernikahan penuh dgn kebohongan hanya karena materi, karena fisik(sex), karena 3B bibit, bobot,bebet…. Kalo seperti itu wajarlah dunia ini semakin kacau…aku nggak menyalahkan mereka yang menikah karena fisik, karena materi.. mereka yang memilih itu, mereka yang akan menjalani hidup mereka. Tetapi aku juga tidak menganjurkan untuk kamu tempuh jalan mereka hiduplah selaras, serasi dengan jiwamu. jangan pernah kamu membohongi jiwamu. Jangan hanya melihat pernikahan dari sudut pandang duniawi, pernikahan yang abadi adalah pernikahan dua jiwa yang saling mengkasihi, kalo cuma pernikahan dilihat dari kasat mata aja, setelah mati nggak ada artinya. bagiku kematian itu adalah kelahiran bagi jiwa. tubuh ini, dunia ini hanya sementara tidak abadi kenapa kau mau mengorbankan keabadianmu dengan sesuatu yang fana, yang sementara ini.
jpgjvhdrrim9n.jpg

** Masa laluku terlalu suram untuk aku tebus dosa-dosanya, apakah yang harus aku lakukan teman, saat ini aku masih terbayang masa laluku, aku ingin tenang?

Biarlah masa lalu menjadi kenangan, maaf aku tidak bermaksud mengungkit masa lalu kalian… tapi jadikan masa lalu kita sebagai pembelajaran hidup. Hidup tulus dan menjadi diri sendiri untuk sesaat jauh lebih berharga daripada seribu tahun hidup dalam kepalsuan. Temukan hidup kita mulai saat ini juga, menemukan kesalahan diri berarti menemukan kebenaran diri yang tertimbun di bawah kesalahan-kesalahan kita. Kau boleh kehilangan apa saja, asal jangan jiwa dan kesadaran diri. Bila kakimu terpeleset kedalam lumpur, tidak berarti kamu harus berjalan didalam lumpur terus. jangan pernah suatu saat terjadi hutang-piutang dengan siapapun, jangan sampai ada kata penyesalan kelak dikemudian hari. Jiwa itu Tidak bisa diperjual belikan. Semua jiwa itu merdeka, orang tuapun tidak mampu memiliki jiwa sang anak. Jiwa adalah nur, hanya Tuhan yang ber hak memilikinya.. pulanglah, kembalilah padaNYA.. karena hanya Tuhan tempat kau akan kembali. Hanya karena ingin balas budi manusia mengorbankan, menjual jiwanya…ohh. Saling tolong-menolong sesama manusia itu bukan untuk mencari pahala, dan bukan pula untuk mendapatkan imbalan bagi sesamanya. Semua itu sudah menjadi kewajiban seluruh umat manusia. Untuk bersikap “saling” kepada sesamanya. Semoga kedamaian dan cinta kasih selalu tercipta di alam semesta raya… Amien *_*

Chen – 2007 maret –

Tubuh=Butuh

Filed under: just coretan — chenius @ 12:09 pm

Manusia selama masih hidup di dunia, masih memiliki tubuh. Jika ada tubuh maka masih ada butuh. Tubuh dan Butuh dua hal yang tak dapat dipisahkan. Tubuh adalah bagian-bagian yang berupa organ-organ bagian luar (yang terlihat) dan tubuh organ bagian dalam (tak telihat), saya kira tidak perlu menjelaskan organ tubuh karena saya bukanlah seorang ahli anatomi. Sedangkan butuh, merupakan sesuatu rasa atau keinginan yang ingin dicapai. Kebutuhan tidak hanya berupa kebutuhan jasmani (kepuasan badan) saja, tetapi manusia juga ingin mecapai pada kebutuhan rohani (kepuasan jiwa).

Tapi bagaimana caranya manusia dengan tubuh-nya itu memenuhi ke-Butuh-annya, dengan banyak cara mungkin. Untuk memenuhi kebutuhannya tubuh yang telah dilegkapi dengan semua kelengkapan yang masing-masing mempunyai suatu kelebihan yang unik. Tubuh dapat bekerja dengan kreatifitas otak atau pikiran. Otak atau akal yang akan menuntun tubuh untuk melakukan sesuatu hal yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Karena manusia sudah dianugerahi suatu kelebihan dibandingkan mahkluk lainnya, yaitu berupa akal untuk berpikir dan dapat mengambil setiap pembelajaran pada setiap kejadian yang dilalui yang diberikan oleh alam ini. Dengan akal pikiran dan sikap mau belajar dunia ini telah banyak menciptakan ahli-ahli pemikiran atau lebih sering kita sebut sebagai ilmuwan. Para ilmuwan dengan penelitian dan percobaan-percobaannya adalah salah satu contoh pemenuhan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Para ahli agama juga sering kita jadikan tujuan untuk belajar demi kepuasan batin, mencapai ketenangan jiwa.Sudahkah Anda, Saya dan Kita semua menemukan ketenangan?

Ketenangan sejati hanya ada didalam diri kita, kita mungkin berada dekat dengan orang-orang yang kita sayangi akan merasakan ketenangan. Tetapi itu hanyalah bumbu penyedap dari ketenangan sejati kita. Faktor diluar diri mungkin bisa membuat diri kita tenang, begitu pula sebaliknya faktor diluar diri juga akan membuat kita menjadi tidak tenang. Jika belum dapat menemukan ketenangan didalam diri, berada ditempat yang setenang apapun kita tidak akan merasa diri kita tenang. Selama kita masih memiliki TUBUH maka kita ada BUTUH. TUBUH = BUTUH (Mr.Chen 07/2006)

Sesungguhnya, seseorang tdk dapat berhenti berkarya, walaupun ia menghindari segala macam aktivitas. Ia juga tidak dapat mencapai Kesadaran Tinggi itu, dengan melepaskan segala aktivitas. Tidak ada seseorang pun yang dapat berhenti bekerja, karena alam dan sifat dasarnya akan selalu mendorong dia untuk bekerja. Mereka yang munafik memang tampaknya duduk diam, tidak bekerja, tetapi pikiran mereka masih melayang-layang ke setiap penjuru, membayangkan kenikmatan-kenikmatan duniawi. Ketahuilah Arjuna, bahwa ia yang telah berhasil mengendalikan panca inderanya dan berkarya tanpa keterikatan – ia yg unggul. Lakukan apa yang telah menjadi kewajibanmu, karena berkarya lebih baik daripada duduk diam malas-malasan. Apabila kau berhenti berkarya, kau tidak akan dapat memelihara, merawat tubuhmu sendiri. (pesan dari Sri Krisna kepada Arjuna)300px-gita1.jpg

Letter

Filed under: just coretan,support,too_lie_sun — chenius @ 11:31 am

Tulisan ini sebuah pesan yang dituliskan kepada saya dari seorang sahabat, kekasih, sekaligus guru hidup. Beliau selalu berpesan kepada saya untuk saling berbagi, saling menghargai, saling menyayangi kepada sesama dan seluruh kehidupan ini. dedicate to us

The journey moment 2 nite as part of the spiritual journey with spiritual fighting spirit.
Keep walking, searching and finding the truth. To find Budha inside. To be awaken and enlight. To share with others in the earth.
Dont worry
Be Brave
The Lite always b with us
budha1.jpg

dari sedikit pesan diatas saya mengambil pembelajaran bahwasannya setiap jiwa-jiwa kehidupan ini mengharapkan kedamaian dan cinta kasih selalu tercipta dimuka bumi ini. untuk saling berbagi kepada sesama tanpa melihat status, warna kulit, ras, agama atau apapun itu. temukan cinta sejati, cinta tak bersyarat. yaitu Cinta ILLAHI…
semoga kedamaian, kebahagiaan, dan cinta kasih tercipta di dunia ini. AMIEN…
S e M 0 g a…

May 22, 2007

Tulisan Teman Jiwa

Filed under: just coretan — chenius @ 11:47 pm

Sampai masa kita tiba
oleh: wulan sukendro

wulan

salahkan hatiku
bila tidak bisa mendua dengan yang lain
jelaskan mengapa
karena aku pun tak mengerti
mengapa senyummu di sore cerah itu mengganggu tidurku?
dan salam hangatmu mencerabutku dari keramaian?

ini bukan nafsu bejatku yang dulu
ini sesuatu yang indah
dan aku tak mu mengotori rasa ini dengan sebuah kata cinta

Ya, kau terlalu berharga bagiku
sejatinya, kan ku jaga hati ini
sampai masa kita tiba

Kampung Melayu, 9 Februari 2006
full inspired dari rifky syaulian.
Met Ultah ya Rif, jgn lupa nraktir roti bakar… 🙂

Yakinkan Hatimu
oleh Wulan Sukendro

apa sudah kamu fikirkan dengan matang?
setiap pagi kamu membuatkan segelas teh pahit hangat untukku loh!
loh kok teh pahit?
ya iya lah…kan ramuan gula manisnya udah ada di seulas senyum mengembang dengan gigi geligi putih milikmu.

terus…emang kamu udah mempersipkan segelas air putih?
kalau aku sakit, biasanya aku minum obat. Obatnya ada di kotak P3K kok!

e, ya!
aku tidak suka memasak
carilah makanan di rumah makan seberang jalan dan belikan pula untukkku ya!
aku tidak suka pasar ataupun supermarket
jadi kau sajalah yang membeli barang keperluan sehari-hari
aku tidak suka menonton televisi, jadi jangan kau pinta aku menemanimu menonton acara bola apalagi acara gossip.
aku tidak bisa mencuci baju apalagi gelas dan piring kotor
aku tidak biasa merapihkan perkakas kebun dan pupuk. jadi kau saja yang rapihkan ya! atau biarkan saja perkakas itu tergeletak tak berdaya. ok?

tapi aku suka kamu
dan aku senang sekali dengan hadiah mu ini, buku cara menanam soka bombay dan keyboard bekas yang kau beli di pasar loak yang sekarang membantuku membuat cerita hati ini, untung cocok ya, dengan monitor komputer ini

aku suka kamu
tanpa syarat
yakinkan hatimu
jadi… masih mau kau menikah denganku?

Islamic Center Bekasi, November 2006
sepulang dari walimah Mia&Doni

Blog at WordPress.com.