Too_Lie_Sun

April 10, 2009

Filed under: Uncategorized — chenius @ 6:06 am

Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori photoshop dengan judul

Advertisements

May 27, 2007

Colorful

Filed under: lirik lagu — chenius @ 11:21 pm

Colorful
The show is over – close the storybook
Will be no encore
And all the random hands that i have shook
Well, they’re reaching for the door
I watch the backs as they leave single-file
You stood stubborn, cheering all the while

I know i can be colorful
I know i can be grey
I know this loser’s living fortunate
Cause i know you will love me either way

mark_index.jpg

Most were being good for goodness sake
But you wouldn’t pantomime
You are more beautiful when you awake
Than most are in a lifetime
Through the haze that is my memory
You stayed for drama though you paid for a comedy

I know i can be colorful
I know i can be grey
And i know this loser’s living fortunate
And i know you will love me either way

Look ahead as far as you can see
We live in drama but we die in a comedy

I know i can be colorful (when you live in black and white)
I know i can be grey (my colors fade away)
I know this loser’s living fortunate
Cause i know you will love me either way

Artist : Verve pipe
from the movie rock star

May 23, 2007

Satria Piningit

Filed under: just coretan — chenius @ 9:48 pm

meteorgreenland.jpg

From: “Newsletters Merdeka”
Date: Mon May 21, 2007 12:47 pm
Subject: Satria Piningit

Kepada Yth Para Moderator
& Sahabat
Di : Manapun Berada

Dengan Hormat,

Satria Piningit

Satria bukanlah lulusan IPDN yang kebal pukul dan gebuk, Satria juga bukanlah
manusia berjubah putih yang berteriak-teriak menyebut nama TUHAN sambil
membakar
dan menghancurkan apa-apa yang tidak sefaham dengan dirinya.

Satria juga bukan para intelektual yang pandai berbicara, sambil mencuri jatah
orang miskin. Satria juga bukan para kekar berseragam yang gemar angkat senjata
sambil membentak-bentak rakyat. Kesatria juga bukan manusia berseragam, yang
gemar meniupkan peluit untuk mendapatkan uang.

Kesatria adalah para dungu yang entah karena kecelakaan atau karena kesalahan
apa lahir pada jaman yang tak beres, pada masa dimana kebenaran menjadi barang
langka, pada masa dimana nafsu dan angkara memegang kekuasaan, pada masa
dimana
Nabi dan Rasul Menjadi momok yang mengerikan.

Kesatria adalah anak manusia lemah, yang digembleng oleh penderitaan. Oleh caci
maki dan hujatan. Kesatria hanyalah anak manusia buta dan tuli, yang tak mampu
melihat dan mendengar terkecuali apa-apa yang di desirkan oleh qalbunya. Ia
hanya mengikuti desir halus qalbunya, sehingga seringkali ia menjadi nampak
amat
bodoh.

Karena bodohnya,

Maka ia tetap lugu.

Tertipu dan ditipu adalah aktifitas keseharian yang senantiasa
menguncang-guncang jiwanya agar tegap berdiri menatap matahari dengan kesuka
citaan, agar telapak kakinya menjadi kebal berjalan dijalan berbatu krikil
tanpa
alas kaki.

Jika engkau adalah seorang kesatria, maka telan apa yang diberi-Nya. Kunyah,
Telan dan Cerna. Meski itu adalah pedih, meski itu adalah perih. Bukan kembang
gula surgawi yang sering di umbar oleh mulut-mulut berarora arak.

Kunyah,

Telan,

Cerna,

Meski itu pahit. Meski itu pedih.

Jakarta, 21-May-07

Salam
^_^

__._,_.___

UNTUK PUTRA-PUTRI KEABADIAN

Filed under: religius — chenius @ 1:10 pm

UNTUK PUTRA-PUTRI KEABADIAN
Posted by Sai Baba on 2005-03-29

shine.gif

Aku datang untuk menyalakan pelita Cinta dalam hatimu, untuk menyadarkan bahwa pelita ini senantiasa bercahaya tiap hari dengan kobaran yang semakin dahsyat.

Aku bukan datang untuk mengganggu atau memusnahkan agama lain, tapi untuk mengukuhkan masing-masing pemeluk agama pada keyakinannya, sehingga umat Kristiani menjadi Kristen yang lebih baik, umat Muslim menjadi Islam yang lebih baik, dan umat Hindu menjadi Hindu yang lebih baik pula.

Hanya ada satu agama, agama Cinta
Hanya ada satu bahasa, bahasa Hati
Hanya ada satu kasta, kasta Umat Manusia
Hanya ada satu hukum, hukum Sebab-Akibat
Hanya ada satu Tuhan, Tuhan yang melampaui segala sekat.

Awali hari dengan Cinta
Jalani hari dengan Cinta
Isi hari dengan Cinta
Akhiri hari dengan Cinta
Inilah jalan menuju Tuhan

Cinta dalam pikiran adalah Kebenaran
Cinta dalam tindakan adalah Kebijaksanaan
Cinta dalam pemahaman adalah Kedamaian
Cinta dalam perasaan adalah Kelembutan

Terberkatilah semua agama
Karena semua adalah jalan menuju Tuhan

Kamu tak bisa melihat-Ku, namun Aku adalah Cahaya yang membuatmu melihat
Kamu tak bisa mendengar-Ku, namun Aku adalah Suara yang membuatmu mendengar
Kamu tak bisa mengenal aku, namun aku adalah Kebenaran yang membuatmu hidup

Tuhan akan senantiasa melihat dengan ribuan mata setiap kegiatan manusia untuk menemukan secercah jejak Cinta tanpa pamrih yang menggerakkannya

Ciptakan semua dan jangan lakukan apapun
Dengarkan semua dan jangan katakan apapun
Berikan semua dan jangan mengambil apapun
Layani semua dan jangan menjadi apapun

Buat hidupmu laksana mawar yang bicara dalam kebisuan bahasa hati

Tangan yang menolong lebih suci dari bibir yang berdoa

Belajarlah memberi, bukan mengambil.
Belajarlah melayani, bukan memerintah.

Berkat Tuhan adalah jaminan yang akan membantumu di saat kamu membutuhkan kapan dan di mana saja

Tindakan dengan Cinta adalah Kebijaksanaan
Bicara dengan Cinta dan ini menjadi Kebenaran
Berpikir dengan Cinta menghasilkan Kedamaian
Memahami dengan Cinta membawa Kelembutan

Kemarin telah melewatimu dan pergi,
esok adalah tamu yang belum tentu
hari ini adalah teman sesaat, berteguhlah padanya

Kekayaan yang kamu genggam bukanlah milikmu
Kekayaan yang kamu berikan adalah sungguh milikmu.

Kebajikan adalah perisaimu,
Keutamaan adalah senjata yang melindungi dirimu dari cidera

Jika ada Kebenaran dalam hati,
akan ada keindahan pribadi.
Jika ada keindahan dalam pribadi
akan ada keselarasan di rumah.
Ketika ada keselarasan di rumah
akan ada keteraturan di negara.
Ketika ada keteraturan di negara
akan ada kedamaian di dunia.

Wahai Putra-Putri Keabadian !
Ingatlah bahwa Kamu diciptakan dalam Citra-Ku dan Rupa-Ku dengan SEMPURNA !
Hiduplah dalam Citra ini dalam segala
Hiduplah seperti Majikan !
Melangkahlah di Bumi ini dgn kepala tegak,

Semangat-Mu menyala-nyala,
Hati-Mu terbuka pada Cinta,
dan yakinlah pada diri-Mu, Tuhan serta-Mu
Maka semua akan berjalan baik
Pandanglah Aku di mana-mana
bicaralah pada-Ku

dan Cintai Aku yang ada dalam setiap makhluk
maka lewat setiap makhluk aku akan menanggapi
dan membawa-Mu pada Kemuliaan.

-Baba-

Cinta=Cinta

Filed under: lirik lagu — chenius @ 12:51 pm

6.jpg

“lirik lagu PADI – Tak Hanya Diam”

Meresap kecup hangat? sebentuk cinta
Telah terukir di dalam jiwaku
Seperti tetes embun menyegarkan hari
Terciptakan keajaiban di hati..

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta tak hanya diam

Aku yang berkelana mengarungi hidup
Mencari untaian arti, makna?
Apakah sesungguhnya balasan dari cinta
Pasti bukan harta dunia semata?

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta tak hanya diam?

Jika mungkin bumi harus terguncang badai
Tapi cinta takkan mungkin hilang

Cinta bukan hanya sekedar kata
Cinta bukan hanya pertautan hati
Cinta bukan hasrat luapan jiwa
Cinta adalah cinta

by Padi

Tulisan Mama

Filed under: religius,support — chenius @ 12:45 pm

Sesungguhnya manusia ‘jujur’ adalah manusia yang mau mengakui kelemahan dan kelebihannya. Jika hanya salah satu saja yang diakui oleh manusia maka ia telah membuat sia-sia dirinya sendiri. Manusia telah melupakan makanan lain untuk dirinya. Manusia telah menyibukkan diri dengan makanan dari alam dunia ini. Siang dan malam menyediakan makanan untuk tubuh. Sekarang renungkanlah ! tubuh ini adalah kudamu, dan dunia ini adalah pelananya, manusia adalah pengendara yang mengendalikan kuda dengan pelananya. Makanan kuda tidak sama dengan makanan pengendaranya. Seekor kuda mempertahankan dirinya menurut sifat alamnya sendiri. Jika manusia diliputi sifat kebinatangan dan kehewanan maka ia seperti pengendara yang tetap diatas pelana dengan kudanya. Tubuh telah menguasainya, manusia mentaati perintah tubuhnya dan menjadi tawanan tubuh itu sendiri. Maka seperti itulah orang terpelajar pada zaman ini dengan ajaib memahami ilmu pengetahuan. Mereka telah sempurna belajar memahami hal yang asing yang bukan merupakan perhatian mereka. Tetapi yang benar-benar penting dan terdekat dari semua hal adalah memahami ‘dirinya sendiri’. Betapa orang-orang yang tepelajar tidak mengetahui hal itu. Sesungguhnya manusia belum mencapai maksud dan tujuannya. Mencari dan terus mencari.

Seperti seseorang membuat sebuah puisi. Puisi hanyalah cabang tapi yang utama adalah maksud dari puisi itu. Seseorang tidak akan dapat menggubah suatu puisi apabila tidak ada maksud. Demikian juga dengan kata-kata bukanlah hal yang utama tapi maksud dari kata-kata itulah yang utama. Manusia melakukan sesuatu dengan benar dan wajar karena telah tahu maksudnya sehingga apa yang dikerjakan tidak akan sia-sia. Jika seseorang telah mengutamakan maksud maka tidak adalagi dua sisi yang berbeda. Karena dua sisi ada pada cabang tapi berasal dari akar yang tetap satu. Persis seperti angin yang berhembus kedalam rumah, angin akan mengangkat sudut karpet, menerbangkan debu atau menyebabkan cabang pepohonan bergoyang. Semua hal itu tampak berbeda; padahal dari titik pandang ‘maksud, prinsip dan realitas’ mereka sebenarnya satu. Karena gerakan mereka semua barasal dari satu angin yang berhembus.

leonidbolide_vw.jpg

Ada berbagai macam hal dalam diri manusia. Dia adalah seekor tikus, dan dia juga seekor burung. Kadang burung ingin mengangkat kurungannya tapi tikus menariknya kembali kebawah. Ada ribuan binatang lain dalam diri manusia, sampai dia maju pada titik tempat tikus melenyapkan ‘ketikusannya’ dan burung melenyapkan ‘keburungannya’. Semua akan disatukan, karena setiap pencarian sasaran tidak keatas ataupun kebawah. Ketika sasaran ditemukan tidak ada lagi atas dan bawah. Seperti seseorang kehilangan sesuatu, dia mencarinya kesegala arah, dan ketika benda itu dtemukan maka dia menghentikan pencariannya. Seperti itulah gambaran tentang ‘hari kebangkitan’ pada manusia. Nanti setiap orang akan melihat dengan satu mata, mendengar dengan satu telinga, berbicara dengan satu lidah dan menyerap dengan satu panca indera. Kebanyakan manusia semangkin tidak mempercayai akan adanya ‘hari kebangkitan’

Di dunia ini setiap orang disibukkan dengan sesuatu. Sebagian disibukkan dengan cinta, sebagian dengan harta benda, sebagian dengan tahkta dan sebagian dengan ilmu. Tetapi masing-masing orang ‘percaya’ pada kesejahteraan dan kebahagiaan yang akan dicapainya berdasarkan semua itu, demikian pula halnya tentang percaya pada ‘rahmat Tuhan’. Ketika manusia mulai mencari Tuhan, dia tidak menemukannya lalu menghentikan pencarian. Setelah beristirahat sebentar dia berkata “ rahmat Tuhan itu harus dicari, barangkali aku tidak cukup gigih, biar aku coba mencari kembali “. Ketika dia kembali mencari dan masih tidak menemukannya, tapi dia terus mencari hingga sang rahmat membuka diri. Ketika sampai pada tahap itulah manusia menyadari bahwa sebelumnya dia melakukan pencarian pada jalan yang salah. Meski demikian, Tuhan memiliki beberapa pelayan yang melihat dengan pandangan jernih bahkan sebelum tiba hari kebangkitan.

Manusia akan mencari jawaban pada saat ada pertanyaan. Tetapi alam bentuk dari wujud dunia ini telah menghalangi manusia akan hakikat dari dirinya sendiri. Awak, otak dan watak dikatakan cukup bagi dirinya sebagai modal untuk berjalan dimuka bumi. Padahal itupun hanya bentuk dari yang tersembunyi. Setiap yang berbentuk pasti akan musnah. Renungkanlah hal ini dari dari realitas yang ada disekeliling kita! Tanpa harus perlu diterangkan dengan ilmiah atau alamiah setiap sesuatu yang mempunyai bentuk pasti akan musnah. Tetapi manusia tidak melihat sesuatu yang didalam dirinya ada ‘yang lain’ yaitu ‘jiwa dan ruh’ nya. Di dalam dirinya ada ‘diri esensi’ dibalik ‘diri substansi;. Jika manusia tidak mencari esensi maka dia akan tetap sebagai substansi dan dia bukan apa-apa.

Sesungguhnya manusia adalah mahluk yang mulia disisi Tuhan karena akalnya. Itulah yang membedakan mahluk manusia dengan mahluk ciptaan lainnya. ‘Akal intelektual’ adalah jiwa dan ‘akal universal’ adalah ruh. Jika akal berjuang dengan seluruh kemampuannya, namun tidak mampu memahami sesuatu, mengapa dia harus menghentikan usahanya ?. Apabila akal menghentikan upaya karena tidak mencapai pemahaman, maka dia bukanlah akal. Karena akal selalu berusaha siang dan malam, tanpa istirahat menyibukkan dirinya dengan ‘pikiran’ untuk memahami sang Pencipta. Bahkan sekalipun ‘Dia’ mustahil untuk dipahami dan dibayangkan.

Akal itu diibaratkan seperti binatang ‘laron’ dan kekasih Ilahinya adalah lilin. Ketika laron menerbangkan dirinya menuju lilin, tak dapat dielakkan lagi dia akan terbakar dan hancur. Laron tidak akan mampu menahan nyala lilin, tapi dia tidak perduli. Laron rela untuk menderita terbakar dengan seluruh rasa sakit yang dia rasakan. Binatang apapun yang tidak mampu menahan nyala lilin dan menerbangkan dirinya kedalam nyala itu adalah ‘laron’, dan lilin, tempat laron melemparkan dirinya padanya, tetapi tidak mampu membakar laron, ia bukanlah lilin.

Maka, Manusia yang bertahan dalam ketidaktahuannya tentang Tuhan dan tidak berusaha dengan segala usahanya untuk memahami Tuhan maka ia bukanlah manusia. Tuhan yang dapat dipahami manusia bukanlah Tuhan. Manusia sejati tidak akan pernah berhenti berusaha. Dia menunggu tiada henti disekitar ‘cahaya’ Tuhan yang mengagumkan. ‘Tuhan’ adalah lilin yang ‘membakar’ manusia dan terus menariknya hingga dekat. Tapi kedekatan itu tidak dapat dipahami oleh akal intelektual.

Wahai manusia ! kalian dengarkah seruan alam ini ? pada saat manusia terlena dengan segala yang diperbuat maka semesta alam mulai dari bumi, air dan gunung memberi kasih sayangnya pada manusia dengan ‘rasa ingat’. Pada saat terjadi bencana semua orang berteriak memanggil Tuhan. Dari mana bencana itu datang ?. mengapa itu disebut bencana ?. berkacalah pada diri ini, mengapa ini semua terjadi. Jangan menyalahkan siapapun karena awalnya manusia sudah berjanji menanggung amanah bagi surga, langit dan bumi. Sebaliknya pada saat manusia sudah menggenggam janji itu, maka surga, langit dan bumi tidak akan mau menanggung kesalahan satu orang manusiapun atas perbuatannya. Surga adalah kebaikan, bumi adalah kasih sayang dan gunung adalah tujuan pendakian. Semua adalah simbol dalam jalan ‘kebenaran’.

“Dan tiadalah kehidupan dunia melainkan senda gurau dan main-main,. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” [QS29:64].

“Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang [kejadian] diri mereka?. Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan [tujuan] yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya” [QS30:8].

Tidakkah manusia percaya akan janjiNya ?. Tidakkah manusia bertanya yang diciptakan pasti ada yang menciptakan ?. Manusia mencipta banyak hal, lalu siapa yang menciptakan manusia ?. Apakah semua ada dengan sendirinya?. Betapa manusia menjadi penentang yang nyata padahal awalnya hanya dari tanah dan air mani yang hina. Manusia tidak akan merasa puas dengan apa yang telah didapatkannya. Mesti disadari bahwa setiap orang, dimanapun, tidak dapat dipisahkan dari kebutuhannya.. Kebutuhan lebih dekat pada diri manusia dari pada ayah dan ibunya. Manusia tidak dapat mengekang dirinya sendiri karena keinginannya mencari kebebasan. Adalah perbuatan yang bodoh jika manusia mencari kebebasan tapi mendekati perbudakan.
~Mama Ade~

kebahagiaan

Filed under: just coretan,support,too_lie_sun — chenius @ 12:42 pm

mb003-c-70mm-happy-face.jpg

Saat ini aku teringat sebuah kata-kata dari seorang bijak, “waktu akan berjalan sangat cepat disaat kita sedang menikmati kebahagiaan hidup, dan Sang Waktu terasa berjalan sangatlah lambat saat kesedihan sedang menghinggapi” senang atau sedih sebenarnya Sang Waktu tidak akan pernah peduli, bahkan harus iri dengan kebahagiaan kita sehingga Dia menjadi pelit waktu dan berjalan lebih cepat… Sang Waktu Dialah Sang Maha Adil seluruh Mahkluk di dunia ini merasakan keadilan dalam mendapatkan jatah waktu, dalam satu hari ada 24 jam, ada 60 menit dalam 1 jam, dan ada 86400 detik dalam satu hari tidak ada satu mahkluk yang mendapatkan kelebihan 1 detik ataupun kekurangan 1 detik, semuanya sama, itulah Keadilan Sang Maha Adil.

Janganlah menjadi orang yang merugi karena tidak bisa memanfaatkan “Keadilan Tuhan” (baca: waktu) yang diberikan kepada kita, dengan waktu kita dapat mengumpulkan materi untuk menunjang kebahagiaan hidup, dengan waktu kita dapat melakukan apa saja menurut kehendak kita. Terserah apa yang ingin kalian kejar! Tapi ingatlah di dunia ini berlaku hukum alam yaitu hukum sebab-akibat. Gunakan waktu pembelajaran ini dengan memetik buahnya dan nikmati sari buah itu untuk kesegaran (baca: kebahagiaan) bagi jiwa kita, bukan hanya sekedar kesegaran ragawi.

Saya pernah menbaca salah satu Blog dari seorang Kenalan, seorang teman (Ardeni)..semoga kita dapat terus berteman karena “sebuah pertemuan adalah jodoh”—(Sidharta Gautama)—kebahagiaan adalah bagaimana cara kita mensyukuri apa yang telah kita miliki, dimikianlah mungkin kesimpulan yang saya ambil dari tulisan beliau. Saya setuju dengan tulisan beliau kebahagiaan adalah ungkapan rasa syukur itu sendiri. Yah kebahagiaan bukanlah sesuatu yang dapat diukur, dilihat dari kulit luar, kebahagiaan adalah sebuah rasa. Suatu rasa yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang mengalaminya, bukan oleh orang lain.

Banyak Orang hilang akalnya karena menuntut keadilan dari Sang Maha Adil, mereka belum menyadari Keadilan_Nya. Terbiasa hidup dalam kesangsian, terbiasa melihat menengadah bermimpi memanah Rembulan dengan busur usangnya. Menunduklah untuk menjadi saksi dari keadilan hidup ini. Bukan untuk membandingkan kebagiaan kita dengan kebahagiaan orang lain hanya dengan melihat kulit luar atau apa-apa yang kita miliki. Cobalah kita renungkan, coba kita pejamkan mata jangan dengan mata kita melihat kebahagiaan hidup ini tapi dengan hati. Saat kita memejamkan mata itulah pengalaman hidup kita, perjalanan hidup kita akan terbuka, terlihat seperti suatu album kenangan.

alanhappy1.jpg

Jangan melakukan kalkulasi hidup ini dengan merekap apa-apa yang telah kita miliki, tapi coba kita melihatnya dari sisi lain dengan melihat dari apa-apa yang telah kita alami dalam hidup ini. Sang Waktu mungkin telah banyak memberikan kita berupa kebahagiaan materi, Tapi ada esensi yang lebih penting yang telah Sang Waktu berikan kepada hidup kita. Pembelajaran hidup, setiap detik, setiap degup jantung kita itulah kita mengalami pembelajaran hidup, perjalanan hidup itulah sebenarnya esensi kebahagiaan hidup ini. Dari mulai bayi sampai detik ini begitu banyak kenangan yang tak tergantikan oleh apapun didunia ini. Itulah mengapa kebahagiaan individu tak dapat dibanding-bandingkan satu dengan yang lainnya. Karena setiap mahkluk mempunyai pengalaman hidup yang berbeda-beda. Warnai hidupmu dengan tak terhingga warna kehidupan ini, syukurilah setiap pemberian_Nya tanpa meminta karena tidakkah kita meyakini bahwa Ia Sang Maha Tahu Segalanya. Hanya Rasa Syukur itulah Kebahagiaan Sejati.

Chen ~’07

You’ll be safe here

Filed under: lirik lagu — chenius @ 12:32 pm

cd-rivermaya.jpg

Nobody knows
Just why we’re here
Could it be fate
Or random circumstance
At the right place
At the right time
Two roads intertwine
And if the universe conspired
To meld our lives
To make us
Fuel and fire
Then know
Where ever you will be
So too shall I be
Close your eyes
Dry your tears
‘Coz when nothing seems clear
You’ll be safe here
From the sheer weight
Of your doubts and
fears Weary heart
You’ll be safe here
Remember how we
laughed Until we cried
At the most stupid things
Like we were so high
But love was all that we were on
We belong

And though the world would
Never understand
This unlikely union
And why it still stands
Someday we will be set free.
Pray and believe
When the light disappears
And when this world’s insincere
You’ll be safe here
When nobody hears you scream
I’ll scream with you
You’ll be safe here
Save your eyes
From your tears
When everything’s unclear
You’ll be safe here
From the sheer weight
Of your doubts and fears
Wounded heart
When the light disappears
And when this world’s insincere
You’ll be safe here
When nobody hears you scream
I’ll scream with you
You’ll be safe here
In my arms
Through the long cold night
Sleep tight
You’ll be safe here
When no one understands
I’ll believe
You’ll be safe, You’ll be safe
You’ll be safe here
Put your heart in my hands
You’ll be safe here

-rivermaya-

~pernikahan~

Filed under: just coretan — chenius @ 12:22 pm

rings.jpg

** Teman apakah arti pernikahan bagimu?

Pernikahan itu penyatuan dua jiwa yang saling mengasihi. Bagiku kasih adalah tingkatan tertinggi. 1. sex, 2.cinta, 3. kasih. sex adalah kesadaran manusia yang masih berdasarkan kesadaran hewani, kesadaran birahi. Lalu kita naik satu tingkat lagi kepada tingkatan cinta, cinta itu saling memahami satu sama lain tetapi masih bersifat ingin memiliki, memberikan sekian maka masih mengharapkan sekian pula dari pasangannya (smua itu wajar&alamiah, manusiawi) kasih adalah tingkatan tertinggi dalam cinta. Kasih itu memberi, memberi dan memberi tanpa mengharapkan imbalan atau balasan apapun.. Tetapi pernikahan bukan hanya pada esensi pada lembaga agama yang menikahkan, bukan sekedar mempunyai akte nikah sehingga kita bisa memperlakukan pasangan kita semaunya. Pernikahan dengan penyatuan jiwa dan sebagai saksi Sang Maha Hidup, Sang Maha Kasih, dialah Sang Maha Tunggal. Tuhan lah saksi pernikahan kita, kita tidak bisa memakai topeng dihadapan Nya. karena dengan penyatuan dua jiwa yang saling mengasihi itu, diharapkan akan meneruskan, melahirkan, meregenerasi manusia-manusia baru yang akan menjadi penerus, menjaga bumi, dunia, dan alam semesta. Nggak asal bisa main sex terus melahirkan anak, membesarkan, membiayai kehidupan, sekolah dlll.. bukan..bukan seperti itu.. lihatlah dunia ini. Pernikahan penuh dgn kebohongan hanya karena materi, karena fisik(sex), karena 3B bibit, bobot,bebet…. Kalo seperti itu wajarlah dunia ini semakin kacau…aku nggak menyalahkan mereka yang menikah karena fisik, karena materi.. mereka yang memilih itu, mereka yang akan menjalani hidup mereka. Tetapi aku juga tidak menganjurkan untuk kamu tempuh jalan mereka hiduplah selaras, serasi dengan jiwamu. jangan pernah kamu membohongi jiwamu. Jangan hanya melihat pernikahan dari sudut pandang duniawi, pernikahan yang abadi adalah pernikahan dua jiwa yang saling mengkasihi, kalo cuma pernikahan dilihat dari kasat mata aja, setelah mati nggak ada artinya. bagiku kematian itu adalah kelahiran bagi jiwa. tubuh ini, dunia ini hanya sementara tidak abadi kenapa kau mau mengorbankan keabadianmu dengan sesuatu yang fana, yang sementara ini.
jpgjvhdrrim9n.jpg

** Masa laluku terlalu suram untuk aku tebus dosa-dosanya, apakah yang harus aku lakukan teman, saat ini aku masih terbayang masa laluku, aku ingin tenang?

Biarlah masa lalu menjadi kenangan, maaf aku tidak bermaksud mengungkit masa lalu kalian… tapi jadikan masa lalu kita sebagai pembelajaran hidup. Hidup tulus dan menjadi diri sendiri untuk sesaat jauh lebih berharga daripada seribu tahun hidup dalam kepalsuan. Temukan hidup kita mulai saat ini juga, menemukan kesalahan diri berarti menemukan kebenaran diri yang tertimbun di bawah kesalahan-kesalahan kita. Kau boleh kehilangan apa saja, asal jangan jiwa dan kesadaran diri. Bila kakimu terpeleset kedalam lumpur, tidak berarti kamu harus berjalan didalam lumpur terus. jangan pernah suatu saat terjadi hutang-piutang dengan siapapun, jangan sampai ada kata penyesalan kelak dikemudian hari. Jiwa itu Tidak bisa diperjual belikan. Semua jiwa itu merdeka, orang tuapun tidak mampu memiliki jiwa sang anak. Jiwa adalah nur, hanya Tuhan yang ber hak memilikinya.. pulanglah, kembalilah padaNYA.. karena hanya Tuhan tempat kau akan kembali. Hanya karena ingin balas budi manusia mengorbankan, menjual jiwanya…ohh. Saling tolong-menolong sesama manusia itu bukan untuk mencari pahala, dan bukan pula untuk mendapatkan imbalan bagi sesamanya. Semua itu sudah menjadi kewajiban seluruh umat manusia. Untuk bersikap “saling” kepada sesamanya. Semoga kedamaian dan cinta kasih selalu tercipta di alam semesta raya… Amien *_*

Chen – 2007 maret –

Tubuh=Butuh

Filed under: just coretan — chenius @ 12:09 pm

Manusia selama masih hidup di dunia, masih memiliki tubuh. Jika ada tubuh maka masih ada butuh. Tubuh dan Butuh dua hal yang tak dapat dipisahkan. Tubuh adalah bagian-bagian yang berupa organ-organ bagian luar (yang terlihat) dan tubuh organ bagian dalam (tak telihat), saya kira tidak perlu menjelaskan organ tubuh karena saya bukanlah seorang ahli anatomi. Sedangkan butuh, merupakan sesuatu rasa atau keinginan yang ingin dicapai. Kebutuhan tidak hanya berupa kebutuhan jasmani (kepuasan badan) saja, tetapi manusia juga ingin mecapai pada kebutuhan rohani (kepuasan jiwa).

Tapi bagaimana caranya manusia dengan tubuh-nya itu memenuhi ke-Butuh-annya, dengan banyak cara mungkin. Untuk memenuhi kebutuhannya tubuh yang telah dilegkapi dengan semua kelengkapan yang masing-masing mempunyai suatu kelebihan yang unik. Tubuh dapat bekerja dengan kreatifitas otak atau pikiran. Otak atau akal yang akan menuntun tubuh untuk melakukan sesuatu hal yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Karena manusia sudah dianugerahi suatu kelebihan dibandingkan mahkluk lainnya, yaitu berupa akal untuk berpikir dan dapat mengambil setiap pembelajaran pada setiap kejadian yang dilalui yang diberikan oleh alam ini. Dengan akal pikiran dan sikap mau belajar dunia ini telah banyak menciptakan ahli-ahli pemikiran atau lebih sering kita sebut sebagai ilmuwan. Para ilmuwan dengan penelitian dan percobaan-percobaannya adalah salah satu contoh pemenuhan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Para ahli agama juga sering kita jadikan tujuan untuk belajar demi kepuasan batin, mencapai ketenangan jiwa.Sudahkah Anda, Saya dan Kita semua menemukan ketenangan?

Ketenangan sejati hanya ada didalam diri kita, kita mungkin berada dekat dengan orang-orang yang kita sayangi akan merasakan ketenangan. Tetapi itu hanyalah bumbu penyedap dari ketenangan sejati kita. Faktor diluar diri mungkin bisa membuat diri kita tenang, begitu pula sebaliknya faktor diluar diri juga akan membuat kita menjadi tidak tenang. Jika belum dapat menemukan ketenangan didalam diri, berada ditempat yang setenang apapun kita tidak akan merasa diri kita tenang. Selama kita masih memiliki TUBUH maka kita ada BUTUH. TUBUH = BUTUH (Mr.Chen 07/2006)

Sesungguhnya, seseorang tdk dapat berhenti berkarya, walaupun ia menghindari segala macam aktivitas. Ia juga tidak dapat mencapai Kesadaran Tinggi itu, dengan melepaskan segala aktivitas. Tidak ada seseorang pun yang dapat berhenti bekerja, karena alam dan sifat dasarnya akan selalu mendorong dia untuk bekerja. Mereka yang munafik memang tampaknya duduk diam, tidak bekerja, tetapi pikiran mereka masih melayang-layang ke setiap penjuru, membayangkan kenikmatan-kenikmatan duniawi. Ketahuilah Arjuna, bahwa ia yang telah berhasil mengendalikan panca inderanya dan berkarya tanpa keterikatan – ia yg unggul. Lakukan apa yang telah menjadi kewajibanmu, karena berkarya lebih baik daripada duduk diam malas-malasan. Apabila kau berhenti berkarya, kau tidak akan dapat memelihara, merawat tubuhmu sendiri. (pesan dari Sri Krisna kepada Arjuna)300px-gita1.jpg

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.